Sekilas Pura Segara Banah di Batumadeg

  • 27 Agustus 2014
  • Dibaca: 879 Pengunjung
Sekilas Pura Segara Banah di Batumadeg

Pura Segara Banah merupakan pura yang berada di wilayah Dusun Batumadeg Kelod, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung.

Pura yang terletak diatas tebing disisi Samudra Hindia ini dibangun pada zaman pemerintahan Dalem Waturenggong dari kerajaan Klungkung. Konon katanya pura ini berawal dari perjalanan rekreasi Dalem Waturenggong mengarungi lautan. Di tengah perjalanan perahu beliau terombang ambing terbawa ombak ditengah lautan sehingga tidak sampai di tujuan.  Pada saat itu Dalem Waturenggong bernazaar apabila beliau sampai ke daratan maka akan mendirikan sebuah pura. Akhirnya beliau sampai didaratan dan beberapa waktu kemudian beliau pun melaksanakan nazaarnya dan memerintahkan membangun pura dimana tempat beliau mendarat yang diberi nama “Pura Segara Banah”.

Nama pura ini berasal dari dua suku kata yaitu “Segara” dan “Banah”. Segara yang artinya laut dan kata “Banah” berasal dari satu jenis tanaman yang bernama “Banah-Banah” yang bentuknya seperti bengkuang namun bukan sejenis bengkuang. Namun tanaman ini sangat jarang ditemukan umbinya. Tetapi pada saat itu Dalem Waturenggong berhasil menemukan umbi banah-banah tersebut. Dari situlah cikal bakal nama “Banah”.

Pura Segara Banah dibangun sekitar 400-500 tahun yang lalu. Ada sebuah pembuktian bahwa pura tersebut dibangun oleh Dalem Waturenggong yaitu adanya tempat duduk yang berbentuk Giok dan setelah dicocokan dan terbukti benar sama dengan giok yang ada di kerajaan Klungkung. Pura Segara Banah terletak pada ketinggian sekitar 100 meter diatas permukaan laut. Disekeliling pura tersebut terdapat hutan kecil yang berfungsi menjaga kesucian pura. Piodalan di Pura Segara Banah jatuh pada anggara kasih wuku dukut setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang berstana di Pura Segara Banah di kenal masyarakat Batumadeg dengan sebutan Ratu Niang. Pura ini “disungsung” oleh 1 desa adat yaitu Desa Adat Batumadeg dan 1 banjar adat yaitu Banjar Adat Salak.

Keindahan pemandangan di bawah Pura Segara Banah hampir sama dengan keindahan alam raja ampat. Keindahan bawah lautnya sering digunakan untuk wisata bahari seperti diving oleh wisatawan mancanegara.

  • 27 Agustus 2014
  • Dibaca: 879 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita