Penyuluhan Budi Daya Jeruk di Batumadeg

  • 03 September 2014
  • Dibaca: 775 Pengunjung
Penyuluhan Budi Daya Jeruk di Batumadeg

Desa Batumadeg merupakan salah satu desa yang ada di Nusa Penida. Desa ini memiliki luas lahan pertanian yang cukup besar. Di desa ini banyak jenis tanaman yang dibudidayakan seperti ketela pohon, kelapa, jagung, jeruk, dan beberapa jenis tanaman lainnya. Khusus pada tanaman jeruk jenis yang di tanam seperti jeruk siam, keprok, dan jeruk besar.

Desa Batumadeg memiliki beberapa kelompok tani yang didalamnya tidak hanya menanam satu jenis tanaman saja. Namun, setiap anggota kelompok menanam berbagai jenis tanaman yang sering ditanam di Desa Batumadeg. Sayangnya para petani ini khususnya pada petani tanaman Jeruk belum sepenuhnya mengerti bagaimana cara berbudidaya tanaman Jeruk yang baik dan benar.

Dengan berlandaskan hal tersebut maka mahasiswa KKN PPM UNUD Periode IX tahun 2014 yang ada pada bidang Peningkatan Produksi mengadakan penyuluhan tentang Budidaya Tanaman Jeruk. Penyuluhan ini diadakan di Balai Desa Batumadeg, Nusa Penida, Kelungkung. Dalam pelaksanaan penyuluhan ini peserta yang datang 11 (sebelas) orang yang terdiri dari 6 perempuan dan 5 laki-laki.

Antusias para petani akan diadakannya penyuluhan ini sangatlah tinggi. Walaupun hanya 11 orang yang dapat hadir namun, banyak pertanyaan yang dapat membantu dalam cara budidaya Jeruk pada lahan mereka. Para petani tertarik akan penyuluhan budidaya Jeruk karena mereka merasa bahwa hasil panen mereka memiliki kualitas dan kwantitas yang kurang baik. Hasil panen mereka biasanya terasa masam, buahnya kecil dan cepat busuk. Hal tersebut karena mereka memanen buah mereka lebih awal untuk mendapatkan untung yang lebih cepat. Karena itulah mereka ingin agar hal tersebut berubah sehingga kualitas dan kwantitas dari produk mereka menjadi lebih baik.

Yang mereka tanyakan umumnya tentang penyakit, hama, cara perawatan, panen, dan tindakan pada pasca panen Tanaman Jeruk. Mereka merasa poin-poin tersebut sangatlah penting bagi mereka. Terutama pada tindakan perawatan Tanaman Jeruk. Mereka merasa perawatan pada tanaman mereka kurang tepat contohnya pada tindakan penjarangan buah dimana menurut mereka hal tersebut dapat merugikan mereka. Namun sebenarnya tindakan mereka tidak dapat dibenarkan maupun disalahkan. Dapat dibenarkan karena menurut mereka hasil panen yang didapat lebih besar, disalahkan karena walaupun hasil yang didapat lebih banyak dari kualitas dan kuantitas hasil panen mereka kurang baik. Sebaiknya penjarangan buah dilakukan untuk mendapat kualitas dan kuantitas yang baik yaitu dari segi rasa yang manis, buah yang besar, dan dapat tahan yang lebih lama sehingga dapat dijual dengan harga yang mahal.

Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan petani akan dapat memproduksi lebih baik dari segi kualitas dan kuantitas tanaman Jeruk maupun buah jeruk tersebut.

  • 03 September 2014
  • Dibaca: 775 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita