Mata Air Tembeling

  • Dibaca: 2376 Pengunjung

Mata Air Tembeling adalah mata air yang terdiri dari lima sumber mata air yang menjadi sumber air bagi masyarakat Batumadeg untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, setelah adanya pembangunan, masyarakat tidak lagi menggunakan mata air ini sebagai pemenuhan sehari-hari. Tetapi mata air ini digunakan sebagai keperluan untuk melukat dan keperluan upacara keagamaan. Sejarah adanya Tembeling menurut kepala Dusun yaitu terdapat seorang ibu hamil yang sedang mengejar ternak sapinya ke hutan hingga pada akhirnya tiba di sebuah mata air. Karena ditemukan oleh seorang ibu hamil (beling) itulah sehingga disebut Mata Air Tembeling. 

Sebelum mencapai mata air tersebut, masyarakat harus menempuh perjalanan yang cukup panjang pada jalan setapak dan dengan permukaan jalan yang cukup curam. Di samping kanan atau kiri akan ditemukan jurang serta berbagai macam tumbuhan dan pohon yang tumbuh dengan subur. Terdapat juga tebing-tebing besar yang tinggi serta curam. Setelah sampai di mata air Tembeling, akan ditemukan tiga pelinggih, pelinggih tersebut diberi nama Pura Pancuhan Tembeling, Pura ini diempon (digarap) oleh tiga desa adat yaitu Batumadeg, Penutuk dan Mujaning Tembeling. Sebelah kanannya terdapat kolam dengan air yang sangat jernih yang juga dapat diminum dan biasanya digunakan sebagai air suci atau tirta oleh masyarakat sekitar. Pada satu tingkat bawah kolam tersebut terdapat kolam yang lebih besar yang biasanya digunakan sebagai tempat pemandian bagi pria. Satu tingkat di bawahnya terdapat kolam untuk perempuan namun letaknya cukup jauh dan langsung berbatasan dengan pantai. Pada pantai tersebut terdapat batu-batu kecil yang berwarna putih kecoklatan serta terdapat gua yang menghubungkan ke pantai sebelah utaranya dimana terdapat batu-batu karang besar dan tebing yang tinggi.

Selain berfungsi sebagai sumber mata air suci , mata air Tembeling dengan kawasan hutan yang masih alami dijadikan sebagai cagar alam atau kawasan yang dilindungi oleh pemerintah. Jika ada orang yang menebang pohon secara sembarangan akan dikenakan sanksi adat dan juga dikenakan sanksi dari pemerintahan. Mata Air Tembeling ini juga dapat dijadikan kawasan pelestarian satwa liar yaitu monyet dan jalak Bali.

Foto Mata Air Tembeling

  • Dibaca: 2376 Pengunjung